Deru asap mobil mengepul di depan mukaku, kumelangkah tanpa semangat. Mereka tertawa riang, mengapa hanya gelisah yang ada di dalam hatiku. Aku tahu aku akan menangis… hatiku galau, apa yang akan aku lakukan. Suatu kenyataan yang sama sekali tak pernah terpikir di benakku. Aku tahu tak ada yang abadi. Mengapa semua ini begitu cepat terjadi. Mengapa aku yang mengalami ini. Belum lagi hatiku tenang dengan ke aadaan diriku yang terbebani dengan setumpuk masalah yang harus diselesaikan, Ia pergi meniggalkan kami, para sahabatnya. Terlintas di pelupuk mataku kenangan masa-masa indah kami bersama. Mimpi-mimpinya, setumpuk komik dan buku bacaannya, Nyenyak tidurnya, sedikit makannya, lamanya ia menghabiskan waktu di kamar mandi, tawa renyahnya, raut muka sedihnya, air muka menahan sakit, lambat jalannya…. semuanya,,,,
Belum sempat kuucapkan maaf padanya, aku menyesal!!! mengapa aku tak mengantarnya menuju tempat abadinya???? Hanya sesal kini, tapi mungkin itu tak akan merubah segalanya…. hanya doa kutitipkan untuknya, ya rabb…. ikhlaskanlah hamba, berilah ketenangan agar hamba dapat menerima semuanya, jangan biarkan hamba larut dalam situasi ini….
Satu tahun kita menjalani hari, meraih mimpi yang belum sempat kita raih bersama, kami berjanji teman,,,, kami akan mewujudkan cita-cita kami. Kami tak akan membiarkan semua ini sia-sia. Kami akan mewujudkan mimpi-mimpi kami, melanjutkan perjuangan kami.
Selamat jalan kawan… kau orang mulia, aku yakin jalanmu lurus disana,,,
aku hanya bisa berdoa disini, semoga kau tenang disana…
ku yakin mimpimu akan jadi kenyataan,,,,
senyummu akan selalu ada di hati kami, para sahabatmu, Full House member.








