wulanisna


Permohonan
June 30, 2009, 2:46 pm
Filed under: cerpen | Tags: , , ,


Matahari pelahan-lahan mulai meninggi, sinar ultraviolet yang sehat pada pagi hari itu kian menguat, cukup panas pagi ini, tidak seperti pagi-pagi di daerah pegunungan yang sejuk berkabut. Ini kota, kota Jakarta tepatnya. Arman tergesa-gesa berlari menuju halte busway, pukul 7 kurang lima menit. Menunggu lima menit akhirnya bus trans Jakarta yang berwarna merah itu pun datang. Hari ini 24 September, hari Senin. Arman tiba pukul 7.15, upacara di sekolahku telah berlangsung. Ia berhenti di post satpam, tak berkutik.

“Coba lihat , jam berapa sekarang, enak saja datang ke sekolah seenak udelmu!!!” teriak pak Doni, guru BP yang super garang itu memarahi Arman. “Setelah pelajaran terakhir berakhir, bersihkan toilet laki-laki sampai bersih!!!!”

“Sial benar nasibku,,, kenapa tadi aku tidak membolos saja!!!” gumam Arman yang tertunduk di depan post satpam. Dan ketika pelajaran selesai…. Arman membersihkan toilet sampai sekitar pukul tiga sore.

Keesokan harinya, ia berusaha bangun lebih pagi, pukul tujuh kurang dua puluh menit ia sudah sampai di halte buswau. Halte yang biasanya ramai dipemuhi orang-orang yang hilir mudik degnan kesibukan masing-masing itu tidak seramai biasanya tiba-tiba matanya menangkap sesosok gadis cantik berambut hitam lurus sebahu berseragam putih abu berdiri tepat di sebelah kanannya. Hati Arman bertanya-tanya dan jantungnya memacu lebih kencang. Tatapan gadis itu lurus kedepan, tajam dan pasti. Matanya yang bersinar-sinar menutupi wajahnya yang pucat. Tiba-tiba suara mesin busway yang ia tunggu menyadarkan lamunan Arman yang menatap gadis itu. Arman mengucek-ngucek matanya dan langsung naik

…next (more…)




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.